*

Rabu, 21 Maret 2012

Bahan Kimia di Bidang Pertanian


Bahan kimia digunakan di bidang pertanian, seperti pada pupuk dan pestisida. Pupuk digunakan untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan pestisida digunakan untuk mencegah dan membasmi hama tanaman.

Bahan Kimia dalam Pupuk

         Ada sekitar 16 unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan agar dapat tumbuh dengan subur. Unsur hara tersebut antara lain unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S). Jumlah unsur hara yang tersedia di alam terbatas. Oleh karena itu, para petani membutuhkan unsur hara tambahan yang dapat diperoleh dari pupuk. Ada dua jenis pupuk yang saat ini digunakan, yaitu pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alam, seperti dari tumbuhan dan hewan. Contoh pupuk alami, yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk kandang adalah pupuk yang diperoleh dari kotoran hewan ternak, seperti kotoran ayam dan kambing. Bahan kimia yang banyak terdapat dalam pupuk kandang di antaranya nitrogen, fosfor, dan kalium. Adapun pupuk kompos adalah pupuk yang diperoleh dari daun-daun yang telah ditimbun dalam tanah dan dicampur dengan kotoran hewan. Saat ini pupuk kompos banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman hias dalam pot. Pupuk buatan adalah pupuk yang diperoleh dari hasil olahan industri pupuk.
Berikut adalah jenis pupuk buatan. 

1)      Pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N)
Contoh: - Urea, rumus kimianya (NH2)2CO - ZA (zwavelsure ammonia), rumus kimianya (NH4)2SO4
Manfaat unsur hara nitrogen bagi tanaman adalah sebagai berikut.
·         Membuat bagian tanaman menjadi lebih hijau segar karena banyak mengandung butir hijau daun yang penting dalam proses fotosintesa.
·         Mempercepat pertumbuhan.
·         Menambah kandungan protein hasil panen.

2)      Pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalsium (Ca)
Contoh: - TSP (Triple Superphosphat), rumus kimianya Ca3(PO4)2 - SP (Superphosphat), rumusnya Ca(H2PO4) Fosfor berguna dalam pertumbuhan akar dan pemasakan buah. Kekurangan unsur fosfor menyebabkan tanaman kerdil.
3)      Pupuk yang mengandung unsur kalium (K)
Contoh: KCl (kalium klorida) Fungsi kalium adalah membantu pembentukan jaringan tubuh tanaman sehingga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Kalium juga membantu tanaman bertahan pada cuaca panas dan hujan. Selain unsur-unsur di atas, tanaman juga memerlukan unsur-unsur lain meskipun dalam jumlah sedikit, antara lain mangan (Mn), zink (Zn), dan kobalt (Co).

Bahan Kimia dalam Pestisida
Pestisida adalah bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Pestisida berasal dari kata pest dan cide. Pest berarti hama, sedangkan cide berarti membunuh. Makhluk hidup yang biasanya mengganggu tanaman, antara lain ulat, wereng, tikus, jamur, dan gulma. Pestisida merupakan bahan racun, maka penggunaanya perlu kehati-hatian. Penyemprotan pestisida perlu memperhatikan keamanan operator (orang yang menyemprotkan pestisida), bahan yang diberi pestisida, dan lingkungan sekitarnya.
Penggolongan pestisida berdasarkan target sasarannya adalah sebagai berikut:
1.      Insektisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga (insekta).
2.      Fungisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh cendawan atau jamur.
3.      Herbisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh gulma atau tumbuhan pengganggu.
4.      Akarisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh tungau dan caplak (acarina).
5.      Rodentisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh binatang pengerat, seperti tikus.
6.      Nematisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh nematoda.
Adapun penggolongan pestisida berdasarkan asal dan sifat kimianya adalah sebagai berikut:
1.      Pestisida sintetik Pestisida sintetik terdiri atas pestisida anorganik dan organik. Pestisida anorganik terdiri atas garam-garam beracun, seperti arsenat, fluorida, tembaga sulfat, dan garam merkuri. Adapun pestisida organik antara lain organoklorin, heterosiklik, organofosfat, karbamat, dinitrofenol, thiosianat, dan sulfonat.
2.      Pestisida hasil alam, seperti nikotinoida, piretroida, dan rotenoida

0 komentar:

Posting Komentar